Category Archives: asal tulis

KOPDARGAB 01, Coolrider Indonesia (The Indonesian Suzuki RK-Cool Community), Jogja, 11 Mei 2014, Gabung Yukkk…

ALhamdulillah, bisa nulis lagi, kali ini saya cuman mau menyampaikan sedikit info saja buat pecinta, baik itu pemilik, mantan, calon ataupun simpatisan dari motor CBU Suzuki yang paling Cool, yaitu Suzuki RK-Cool soal diadakannya kopdar yang meliputi seluruh pecinta RK-Cool dari beberapa daerah yang kita sebut “Kopdargab 01 Coolrider Indonesia”.
10295104_10202636177099882_2943618929466014067_o
Continue reading

Ohhh, Honda NSR SP… Tak Mampu Berkata Saat Kumemandangmu…

Alkisah di konter saya pada suatu siang hari yang puanasnya Naudzubillah… Ada sebuah pesan dari Whatsapp masuk, ternyata dari teman saya sesama owner FXR dari Jogja yang mengabarkan sedang di Solo dan mau dolan ke konter saya. Langsung saya persilahkan saja langsung menuju ke konter mumpung saya lagi di tempat.

Continue reading

Suzuki TS 125, Ketika Si Jangkung 2-Tak itu Makin Dirindukan…

Halooo, sodara sebangsa setanah air… Semoga semua dalam keadaan sehat walafiat, aman, tentram, sejahtera lahir dan batin.

Entah kenapa tiba-tiba memory dalam otak saya mem-flashback masa lalu ketika saya masih menimba ilmu di bangku sekolah STM… Mmmmmm, ngomong-ngomong masa Sekolah STM dulu, saya jadi ingat tunggangan teman satu kelas saya yang waktu itu bener-bener lain dari yang lain di parkiran sekolah kami waktu itu. Motor apa sih emangnya? Gak perlu penasaran wong sudah tak sebut di judulnya kok :mrgreen: Yup, adalah Suzuki TS 125 yang merupakan salah satu motor eksotis yang pernah dibawa oleh Indomobil Suzuki ke Indonesia. Wahhh, Mantap sekali selera teman saya waktu itu ya (sekitar tahun 2005an), kalo gak salah dulu dia belinya 17jutaan, maklum dia anak juragan jamu di Sukoharjo. Sayangnya saya belum sempat ngicipin Si Kuning Jangkung itu karena waktu itu belum pede naik motor kopling, apalagi minjem motor orang, takut2 malah nyungsep. :mrgreen:
TS125_top_450
pict from http://www.suzukicycles.org/TS-TC-series/TS125.shtml‎
Continue reading

Jajal Inreyen Honda Vario 125 Pinjeman ke Jogja…

Singkat cerita aja…
Continue reading

Kymco Free-Ex 110, Mengingat si Penghadang Booming Yamaha Mio di Tahun 2005…

Ngomongin soal matic alias motor dengan transmisi otomatis, bolehlah Yamaha Mio bilang “otomatis duluan” karena mungkin slogan tersebut diarahkan untuk pabrikan Jepang, dimana waktu itu memang Yamaha jadi first mover untuk motor matic diantara pabrikan-pabrikan Jepang. Tapiiii, kita gak boleh begitu saja melupakan salah satu pabrikan Taiwan yang bersama-sama pabrikan China menginvasi kelas matic di awal tahun 2000-an yang waktu itu terkenal dengan Jetmatic, yaitu Kymco.

Sebagai pelopor motor jetmatic di Indonesia, Kymco sadar dengan ancaman Yamaha yang mulai booming dengan Mio-nya waktu itu. Tak mau kehilangan image sebaai pelopor matic, maka Kymco meluncurkan matic dengan desain yang lumayan fresh dari sebelumnya, yaitu Kymco Free-Ex pada sekitar tahun 2005. Tentu saja tujuan diluncurkannya Kymco Free-Ex tak lain tak bukan adalah untuk menjadi lawan head to head Yamaha Mio karena kapasitas mesin yang digendong Free-Ex adalah 110cc.

Seingat saya waktu kemunculan Free-Ex, Kymco menggandeng penyanyi pria yang lagi naik daun, yaitu Ello. Tentu tujuannya adalah untuk menggaet konsumen dengan usia muda dan aktif yang menjadi sasaran potensial buat mereguk penjualan bagus. Seketika iklan Kymco Free-Ex muncul di televisi dengan sedikit sentuhan Black Campaign alias BC (seingat saya waktu itu menampilkan matic lain yang tak lain adalah Mio yang pengendaranya kesulitan bawa belanjaan). Saya juga ingat sebuah artikel di tabloid Motorplus yang mengkomparasikan antara Kymco Free-Ex dan Yamaha Mio.

Beberapa fitur yang dibawa Kymco Free-Ex adalah Bagasi di bawah jok yang cukup besar, tangki bensin 5liter, dek tengah cukup lega, jok lebar dan nyaman serta jok boncenger yang terpisah dan bisa ditekuk (katanya bisa buat sandaran kalo pas lagi riding sendirian), headlamp di tebeng (lampu bego), roda dengan diameter mungil (ring 12), rem depan cakram serta tak lupa mesin 110cc cukup tangguh masbro, Kymco berani membuktikan dengan uji ketahanan mesin Jakarta – Bali – Jakarta dalam 150 Jam di awal peluncurannya tanggal 27 Juni 2005. Konsumsi bensin denger-denger cukup irit juga, bisa di atas 40 km per liternya.

Sayangnya, Kymco Free-Ex tidak menuai hasil yang bagus, apalagi dibandingkan dengan Mio yang menjadi raja matic hingga sekarang. Desain Kymco Free-Ex yang tidak sesuai selera rakyat Indonesia saya kira menjadi salah satu penyebabnya. Kemudian image Kymco sebagai “spesialis matic” masih belum begitu melekat di masyarakat kita. Mungkin karena kemunculan Kymco yang bebarengan dengan invasi mocin ke Indonesia, sehingga sebagian masyarakat mengira Kymco adalah sebuah pabrikan China yang kualitasnya amburadul, padahal di Eropa nama Kymco sudah cukup punya nama lho. Sehingga cuma orang-orang tertentu saja yang memilih Kymco Free-Ex, dengan selera unik atau yang fanatik dengan merk Kymco. Jangan salah, meskipun dalam kondisi rondho (seken), masih ada lhoh yang berminat meminang matic unik ini.
dibikin retro style gini asik juga ya *from FJB kaskusdibikin retro style gini asik juga kan *from FJB kaskus

Cukup segitu saja tentang Kymco Free-Ex, karena cuman segitu memori saya menyimpan ingatan tentang matic satu ini, yang jelas menurut saya Kymco Free-Ex adalah satu usaha Kymco untuk menghadang Yamaha Mio yang booming di sekitar tahun 2005 mengingat waktu itu belum ada lawan yang sekelas dari pabrikan lain. Meski akhirnya tetep gagal menghadang laju Yamaha Mio, teteplah Kymco Free-Ex diinget sebagai salah satu matic yang pernah ngaspal disini.

Salam coolrider fixer :)

gambar from googling & FJB kaskus

Yamaha Alfa, Bebek Family Two Strokes Jadul yang Masih Jadi Idola…

Huhuhuiii, bahas bebek lawas lagi dahhh, Sekarang saya mau bahas salah satu bebek lawas Yamaha dan tentunya karena dahulu yamaha sangat membanggakan mesin 2-stroke, jadi bebek yang akan saya bahas ini bermesin 2-tak berkapasitas 100cc, tepatnya 102cc, yaitu Yamaha Alfa.

Continue reading

Jajal Temennya “Paijo”, Old Honda CBR 150R 2007 Punya Temen…

Yap, seperti yang saya janjikan sebelumnya saya bakal bikin artikel soal first riding impressiong setelah njajal sodaranya “Paijo” alias tunggangannya warung DOHC, Honda CBR 150R lawas punya temen STM saya.
Malem takbiran lalu jadi momen tepat buat saya yang belum pernah sama sekali menjajal CBR 150R versi lawas sekalipun.

Continue reading

Happy Anniversary 1st KOBOYS!


Salam paseduluran :)